Minggu, 25 November 2012

ANTI KONVULSI



BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Pada kondisi normal sinyal-sinyal elektrik yang berjalan di sepanjang sel-sel syaraf di otak secara normal terkoordinir dengan baik dalam menghasilkan gerakan-gerakan tertentu. Pada keadaan tertentu sinyal-sinyal elektrik  tersebut dapat secara tiba-tiba melonjak dan tak terkontrol lagi sehingga muncul gerakan-gerakan ritmis yang tak terkendali bahkan hingga kejang (konvulsi).
 Penyebab terbesar terjadinya kejang adalah suatu penyakit yang dinamakan EPILEPSI. Dikatakan EPILEPSI bila kejang terjadi secara berkala dan dalam jangka waktu yang lama. Sekitar 20 – 40 juta orang menderita epilepsi, umumnya dialami oleh anak-anak sebelum masa pubertas
Epilepsi (Yunani = Serangan tiba-tiba),Hughlings Jackson, adalah penemu pertama yang mendefinisikan konsep modern tentang epilepsi sejak lebih dari 100 tahun yang lalu. Ia mendefinisikan epilepsi sebagai suatu eposode gangguan sistem syaraf dimana terjadi kenaikan yang tiba-tiba pada potensial listrik di sekelompok neuron di otak.
Definisi saat ini “Gangguan syaraf yang timbul secara tiba-tiba dan berkala akibat aksi serentak dan mendadak dari sekelompok besar sel-sel syaraf di otak . Aksi ini disertai dengan pelepasan muatan listrik yang berlebihan dari neuron”.Serangan kejang (konvulsi) pada penderita epilepsi dapat dipicu oleh keadaan hipoglikemi, eclamsia, meningitis, encefalitis, trauma otak, atau adanya tumor di otak. Beberapa obat seperti klorpromazin, alkohol, dan MAO inhibitor dilaporkan juga memiliki ESO demikian. Obat-obat antikonvulsi bekerja menstabilkan sinyal-sinyal listrik di otak.
B.     TUJUAN
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1.      Untuk mengetahui pengertian obat anti konvulsi.
2.      Untuk mengetahui mekanisme kerja obat anti konvulsi.
3.      Untuk mengetahui efek samping obat anti konvulsi dan cara mengatasinya.
4.      Untuk mengetahui contoh obat anti konvulsi.
C.    RUMUSAN MASALAH
1.      Apa pengertian obat anti konvulsi ?
2.      Bagaimana mekanisme kerja obat anti konvulsi ?
3.      Bagaimana efek samping obat anti konvulsi dan cara mengatasinya ?
4.      Apa contoh obat anti konvulsi ?















BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Anti Konvulsi
Anti Konvulsi merupakan golongan obat yang identik dan sering hanya digunakan pada kasus- kasus kejang karena Epileptik. Golongan obat ini lebih tepat dinamakan ANTI EPILEPSI, sebab obat ini jarang digunakan untuk gejala konvulsi penyakit lain.
Epilepsi adalah nama umum untuk sekelompok gangguan atau penyakit susunan saraf pusat yang timbul spontan dengan episode singkat (disebut Bangkitan atau Seizure), dengan gejala utama kesadaran menurun sampai hilang. Bangkitan ini biasanya disertai kejang (Konvulsi), hiperaktifitas otonomik, gangguan sensorik atau psikis dan selalu disertai gambaran letupan EEG obsormal dan eksesif.  Berdasarkan gambaran EEG, apilepsi dapat dinamakan disritmia serebral yang bersifat paroksimal.
B.     MEKANISME KERJA
Terdapat dua mekanisme antikonvulsi yang penting, yaitu :
1.      Dengan mencegah timbulnya letupan depolarisasi eksesif
pada neuron epileptik dalam fokus epilepsi.
2.       Dengan mencegah terjadinya letupan depolarisasi pada
neuron normal akibat pengaruh dari fokus epilepsi
.
Mekanisme kerja antiepilepsi hanya sedikit yang dimengerti secara baik. Berbagai obat antiepilepsi diketahui mempengaruhi berbagai fungsi neurofisiologik otak, terutama yang mempengaruhi system inhibisi yang melibatkan GABA dalam mekanisme kerja berbagai antiepilepsi.




C.    EFEK SAMPING DAN CARA MENGATASINYA
        Efek samping obat anti konvulsi:
a.       Jumlah sel darah putih & sel darah merah berkurang
b.      Tenang
c.       Ruam kulit
d.      Pembengkakan gusi 
e.       Penambahan berat badan, rambut rontok  
Cara Mengatasi efek samping obat Anti konvulsi:
1.       Hindarkan benturan kepala atau bagian tubuh lain dari benda keras, tajam atau panas.
2.       Longgarakan pakaian, bila mungkin miringkan kepala kesamping untuk mencegah sumbatan jalan nafas.
3.      Biarkan kejang berlangsung, jangan memasukkan benda keras diantara gigi karena dapat mengakibatkan gigi patah.
4.      Biarkan istirahat setelah kejang, karena penderita akan bingung atau mengantuk setelah kejang.
5.       laporkan adanya serangan pada kerabat dekat penderita epilepsy ( penting untuk pemberian pengobatan dari dokter ).
6.      Bila serangan berulang dalam waktu singkat atau mengalami luka berat, segera larikan ke rumah sakit.
D.    CONTOH OBAT
Beberapa Obat Golongan Antikonvulsi/ Antiepilepsi
a.       Golongan Hidantoin
Pada golongan ini terdapat 3 senyawa yaitu Fenitoin, mefentoin dan etotoin, dari ketiga jenis itu yang tersering digunakan adalan Fenitoin dan digunakan untuk semua jenis bangkitan, kecuali bangkitan Lena.Fenitoin merupakan antikonvulsi tanpa efek depresi umum SSP, sifat antikonvulsinya penghambatan penjalaran rangsang dari focus ke bagian lain di otak.
b.      Golongan Barbiturat
Golongan obat ini sebagai hipnotik- sedative dan efektif sebagai antikonvulsi, yang sering digunakan adalah barbiturate kerja lama ( Long Acting Barbiturates ).Jenis obat golongan ini antara lain fenobarbital dan primidon, kedua obat ini dapat menekan letupan di focus epilepsy.
c.        Golongan Oksazolidindion
Salah satu jenis obatnya adalah trimetadion yang mempunyai efek memperkuat depresi pascatransmisi, sehingga transmisi impuls berurutan dihambat , trimetadion juga dalam sediaan oral mudah diabsorpsi dari saluran cerna dan didistribusikan ke berbagai cairan tubuh.
d.      Golongan Suksinimid
Yang sering digunakan di klinik adalah jenis etosuksimid dan fensuksimid yang mempunyai efek sama dengan trimetadion. Etosuksimid diabsorpsi lengkap melalui saluran cerna, distribusi lengkap keseluruh jaringan dan kadar cairan liquor sama dengan kadar plasma. Etosuksimid merupakan obat pilihan untuk bangkitan lena.
e.       Golongan Karbamazepin
Obat ini efektif terhadap bangkitan parsial kompleks dan bangkitan tonik klonik dan merupakan obat pilihan pertama di Amerika Serikat untuk mengatasi semua bangkitan kecuali lena.
Karbamazepin merupakan efek analgesic selektif terutama pada kasus neuropati dan tabes dorsalis, namun mempunyai efek samping bila digunakan dalam jangka lama, yaitu pusing, vertigo, ataksia, dan diplopia.
f.        Golongan Benzodiazepin
Salah satu jenisnya adalah diazepam, disamping senagai anti konvulsi juga mempunyai efek antiensietas dan merupakan obat pilihan untuk status epileptikus.






BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Anti konvulsi adalah obat yang di gunakan terutama untuk mencegah dan mengobati bangkitan epilepsi<epilec seizure>.Bangkitan ini biasa di sertai kejang{konvulsi}.hiperaktivitas otonom,gangguan sensoris atau psikis.O bat anti konvulsi di sebut juga obat anti-epilepsi.Epilepsi{berasal dari bahasa Yunani berarti Kejang}atau di indonesia di kenal dngan penyakit ayan.Ayan adalah penyakit yang menyerang saraf sehinggaa fungsi saraf terganggu yang timbul secara tiba-tiba dan berkala,biasa nya di sertai perubahan kesadaran.penyebab utama dari epilepsi adalah akibat adanya muatan listrik yang cepat.
B.     Saran
Dari hasil kesimpulan yang telah dikemukakan maka dapat diberikan saran-saran sebagai bahan masukan bagi pihak yang bersangkutan dalam rangka meningkatkan kualitas dalam pemberian obat anti diuretik guna menunjang peningkatan kualitas kesehatan ibu sehingga dapat menjadi literature guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan khususnya kesehatan ibu.















DAFTAR PUSTAKA
·         Wikipedia Indonesia
·         www.catatanfarmakologi.com















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar